Gejala Kanker

Memang tidak mudah untuk mengenali suatu tanda atau gejala hingga dicurigai kanker. kanker pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala kanker akan muncul apabila sudah berkembang ke tahap lebih lanjut. Kami akan memberikan sedikit gambaran mengenai beberapa gejala yang patut diwaspadai sebagai cikal bakal penyakit kanker.

Gejala umum kanker

a. Benjolan yang tumbuh

Tanda umum kanker adalah benjolan daging yang tumbuh. Benjolan biasa ditemukan di payudara, leher, ketiak atau bagian tubuh lain. Benjolan biasanya tidak terasa sakit saat ditekan. Rasa sakit akan timbul saat benjolan telah membesar.

Memang tidak semua benjolan adalah kanker. Karena itu, perlu pengamatan sekitar satu sampai dengan tiga bulan untuk mengetahuinya (masa observasi). Benjolan dimungkinkan sebagai kanker jika ukurannya semakib besar dan diserta dengan gejala sakit yang semakin memburuk.

b. Sakit yang tidak kunjung membaik

Beberapa jenis kanker seperti kanker paru dan kanker rahim tidak memperlihatkan benjolan yang kasat mata. Hal inilah yang menyulitkan pada proses pemeriksaan deteksi awal. Pasien biasanya merasa keaskitan saat benjola telah mulai membesar. Alhasil, pasien kebingungan karena sakit yang diderita kerap muncul atau keadaan fisik bertambah memburuk meski telah diobati dengan berbagai obat atau antibiotik.

Beberapa gejala kesakitan secara umum akibat kanker sebagai berikut :
- Koreng atau borok yang sulit sembuh
- Pengeluaran darah tidak normal dari hidung, mulut, alat vital atau anus
- Batuk yang semakin memburuk
- Suara berubah menjadi serak secara permanen
- Gangguan BAB (diare atau sembelit)
- Rasa tidak nyaman pada perut atau pinggul
- Gangguan dalam proses buang air kecil
- Perubahan bentuk, ukuran atau warna pada tahi lalat

c. Penurunan bobot badan secara dratis

Pasien kanker biasanya mengalami penurunan bobot badan secara drastis dalam waktu singkat tanpa sebab yang pasti. Misalnya, penurunan bobot badan sebesar 10 kg dalam waktu singkat (1-3 bulan) tanpa upaya diet dari pasien. Hal tersebut patutu dicurigai sebagai gejala kanker.

Ketika sel kanker bekembang biak tidak terkendali, maka aliran darah dan aliran udara akan terhambat. Akibatnya, sel-sel sehat menderita kelaparan secara massal. Tak heran jika seorang penderita kanker stadium lanjut biasanya memilii tubuh sangat kurus.

Kemoterapi atau obat-obatan dapat digunakan dnegan tujuan baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana penggunaannya. Sesungguhnya, dokter menginginkan kesembuhan pasien lebih dari segalanya. Apabila pasien sembuh berarti dokter telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Jika pasien melengkapi diri dengan pengetahuan ini, dokter berharap Anda dapat menjadi pasien yang cerdas dan kritis serta menjadi rekan diskusi yang andal bagi dokter dengan tujuan akhir sebuah pengobatan yang berhasil.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Lambung

Penyakit kanker lambung biasanya terjadi pada individu yang berusia di atas 40 tahun dan kadang terjadi pula pada individu yang lebih muda. Kebanyakan penyakit kanker lambung terjadi pada kurvatura minor atau antrum dari lambung dan merupkan kanker adenokarsinoma. Insiden penyakit kanker lambung lebih banyak terjadi di Jepang. Diit tampaknya menjadi faktor yang signifikan, misalnya banyak makan-makanan yang diasap dan sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan insiden penyakit kanker lambung termasuk inflamasi kronis lambung, anemia pernisiosa, aklprhidria, ulkus gastrikum, bakteri Helicobacter pylori dan hereditas. Prognosisnya buruk, karena sebagian pasien telah mengalami metastasis saat diagnosa ditegakkan.

Umumnya penyakit kanker lambung lebih banyak dijumpai pada laki-laki yang berumur 40 tahun ke atas, jarang terjadi pada wanita. Kanker ini sangat cepat menyebar ke limfonodus terdekat hati dan paru-paru.

Penyebab penyakit kanker lambung belum diketahui secara pasti, tetapi selalu berhubungan dengan tukak lambung, peradangan pada lambung (gastritis) yang disertai penyusutan lambung atau faktor genetik. Biasanya, seseorang yang menderita penyakit kanker lambung mempunyai anggota keluarga yang juga terkena kanker ini. Selain itu, juga terdapat faktor pendorong, seperti kebiasaan merokok, minum beralkohol dan cara memproses makanan dan diet makanan tertentu. Dari hasil penelitian, terdapat kolerasi antara penyakit kanker lambung dan makanan yang dikonsumsi. Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker lambung. Berikut di antara makanan yang dimaksud :

- Makanan yang berkadar garam tinggi seperti daging dan ikan yang diasinkan dan makanan yang diasap
- Makanana yang diawetkan dengan nitrat
- Sayuran yang diawetkan dengan asam
- Alkohol dan kopi, jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam keadaan perut kosong.

Gambaran klinis penyakit kanker lambung

Penyakit kanker lambung seringkali terlambat diketahui, karena tidak ada gejala klinis awal. Walaupun dispepsia tetap merupakan indikasi umum untuk melakukan endoskopi diagnostik segera. Secara ironis pasien penyakit kanker lambung seringkali menghasilkan asam lambung yang menurun. Banyak penyakit kanker lambung terbukti berada pada stadium lanjut saat teridentifikasi.

Gejala awal sering kali indefinitif, karena kebanyakan tumor mulai pada kurvatura minor tempat dimana tumor ini hanya menyebab gangguan kecil pada fungsi lambung.

1. Tahap awal ; gejala-gejala dapat saja tidak terlihat: mungkin menyerupai gejala-gejala pasien dnegan ulkus jinak, misalnya nyeri yang akan hilang dengan pemberian antasida.

2. Gejala-gejala dari penyakit yang progresif: tidak dapat mencerna, anoreksia, dispepsia, penurunan berat badan, nyeri abdomen (biasanya merupakan gejala akhir), konstipasi, anemia dan mual serta muntah.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Lidah

Kanker lidah merupakan salah satu jenis kanker dalam rongga mulut yang paling sering terjadi. Data epidemiologi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kanker dalam rongga mulut terjadi sekitar 2%dari keseluruhan kejadian kanker. Di Amerika diperkirakan lebih dari 10.000 orang dilaporkan mengalami kanker lidah setiap tahunnya.

Jika diketahui sejak dini, kanker ini dapat diobati dengan baik. Namun jika terlambat dan sudah menyebar, dapat menggakibatkan gangguan menelan, berbicara bahkan kematian. Faktor pencetus terjadinya keganasan kanker lidah ini adalah merokok dan konsums alkohol yang tinggi. Beberapa penelitian menemukan dari penderita kanker lidah, 90% adalah perokok.

Risiko terjadinya kanker lidah pada perokok enam kali lebih besar dibandingkan bukan perokok. Demikian pula hanlnya dengan orang yang suka mengonsumsi alkohol.

Pada awalnya biasa didapatkan gambaran daerah putih pada lidah, lama kelamaan membesar dan terjadi luka. Selain gambaran putih, mungkin juga diawali dengan adnaya gambaran merah (eritroplakia). Gejala lain dari kanker lidah yang dapat terjadi pada stadium lanjut adalah :
- Perdarahan pada mulut
- Sulit berbicara mengunyah atau menelan
- Terdapat benjolan dan luka pada lidah
- Terjadi penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas

Diagnosis kanker lidah

Untuk mendiagnosis keganasan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang keluhan yang terjadi sebelum menentukan diagnosis.

Pemeriksaan paling akurat untuk memastikan ada tidaknya keganasan ini adalah dengan teknik biopsi. Mengambil contoh jaringan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasikan jenis sel yang terdapat pada bagian yang diduga sebagai sel tumor.

Pengobatan kanker lidah

Untuk mengatasi masalah kanker lidah, terdapat beberapa jenis terapi, bergantung pada stadium kanker. Pembedahan merupakan pilihan pertama, jika tumor ditemukan pada stadium awal dan biasanya terletak pada lidah bagian depan. Pembedahan tidak hanya pada bagian lidah bahkan mungkin perlu dilakukan pengangkatan pada bagian-bagian tertentu dari mulut, bergantung pada kemungkinan penyebaran sel kanker.

Karena sel tumor dapat menyebar melalui kelenjar getah bening pada kondisi tertentu diperlukan tindakan pembedahan pada kelenjar getah bening yang berada pada leher. Tindakan pembedahan yang dilakkan berisiko menjadi gangguan menelan atau berbicara. Dokter biasanya akan melakukan konfirmasi sebelumnya terhadap kemungkinan risiko akibat pembedahan.

Selanjutnya dilakukan tindakan radiasi untuk membunuh sisa-sisa kanker yang belum dapat diangkat melalui pembedahan. Untuk melakukan tindakan ini diperlukan seorang ahli terapi radiasi yang dapat mengukur besarnya radiasi yang diberikan dan berapa kali terapi radiasi harus dilakukan. Selanjutnya dilakukan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang sudah menyebar ke tempat lain melalui pembuluh darah.

Jika kanker sudah masuk dalam stadium lanjut dan jika letaknya pada pangkal lidah, risiko pembedahan mungki cukup tinggi. Pada kondisi seperti ini, maka pilihan terapinya adalah pemberian radiasi dan kemoterapi.

Setelah dilakukan tindakan pembedahan, perlu dilakukan tindakan rehabilitasi untuk melatih penderita makan, berbicara dan menelan. Untuk ini diperlukan ahi yang memang mendalami masalah ini.

Pencegahan kanker lidah

Sebenarnya pencegahan terhadap penyakit kanker lidah ini bisa dilakukan, caranya tentu saja dnegan menghindarkan hal-hal yang dapat memicu timbulnya sel kanker pada lidah. Seperti menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Selain itu sebaiknya menghindari paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi. Meskipun belum ada fakta yang kuat, namun terdapat dugaan sinar matahari dapat mencetuskan terjadinya kanker lidah. Selain itu perlu mengatur diet, sehingga mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah karbohidrat dan lemak.

Berkonsultasi dengan dokter gigi secara teratur juga dapat membantu menentukan diagnosis lebih dini. Rentang waktu ideal merawat kesehatan mulut minimal satu kali dalam sebulan berkonsultasi ke dokter gigi.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit Kanker

Ada banyak informasi kontradiktif mengenai pola makan dan kanker. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk sedikit memahami penelitian yang dilakukan sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak berbagai pernyataan yang ada.

Banyak teori terdahulu mengenai hubungan pola makan dengan kanker diuji pada laboratorium dan hewan. Penelitian tersebut memberikan informasi yang bagus, tetapi reaksi kimia yang terjadi pada manusia berbeda. Selain itu, tidaklah aman menganggap bahwa apa yang ditemukan pada hewan percobaan akan berlaku sama pada manusia. Jadi, informasi terbaik adalah informasi yang berasal dari penelitian terhadap manusia.
Untuk membentuk sel-sel kanker, sel-sel yang rusak harus bereplikasi. Beberapa zat dalam makanan kita bisa mendukung proses replikasi tersebut dan mempercepat pertumbuhan kanker atau memperlambatnya serta melindungi kita darai serangan kanker.

Gambar : berbagai jenis buah dan sayuran untuk sebagai menu untuk mencegah kanker

Penderita kanker umumnya sering disarankan dokter untuk menghindari atau membatasi tiap unsur penyebab kanker, misalnya dari makanan penyebab kanker, minuman alkohol dan gaya hidup yang tidak sehat dan ini berlaku pada semua jenis kanker yang ada. Kebanyakan kanker yang mendera manusia berawal dari sumber makanan yang dikonsumsi dengan mengandung kadar sumber vitamin dan kandungan-kandungannya secara tidak seimbang.

Untuk mencegah dan sekaligus menghindari terjangkitnya penyakit kanker ada baiknya untuk disiplin dalam mengonsumsi berbagai jenis makanan. Ada banyak makanan yang mengandung zat-zat pelindung yang bisa mengurangi kerusakan jaringan akibat radikal bebas atau berpotensi mengurangi pertumbuhan sel.

1. Antioksidan

Antioksidan merupakan unsur penting dalam makanan dan terlibat dalam pemeliharaan serta perbaikan DNA dan sel. Antioksidan bisa menurunkan produksi radikal bebas, mencegah kerusakan awal pada sel, serta menurunkan peluang sel menjadi sel kanker. antioksidan dalam makanan bisa berupa vitamin atau mineral seperti vitamin C dan E, beta karoten dan selenium. Antioksidan dapat pula ditemukan dalam flavonoid pada sayuran.

2. Fitoestrogen

Fitoestogen hampir mirip dengan estrogen, namun lebih lemah daripada estrogen yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Fitoestrogen bisa dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu isoflavon dan lignan. Isoflavon berhubungan dengan protein pada makanan, sementara lignan dengan serat.

3. Senyawa bioaktif lain

Banyak makanan mempunyai fungsi di luar vitamin dan mineral yang dikandungnya. Riset membuktikan bahwa beberapa senyawa kimia yang terkandung serta reaksinya baik untuk kesehatan. Dalam eksperimen di laboratorium, misalnya ekstrak bawang putih mampu membunuh Heliobacter pylori, bakteri yang dapat tumbuh dalam perut dan diketahui meninigkatkan risiko kanker. Senyawa yang mengandung sulfur yang terdapat dalam bawang putih dan bawang bombai juga dapat menurunkan pembentukan senyawa karsinogen yang timbul dari pengasapan daging.

4. Makanan kaya karbohidrat dan protein

Makanan kaya karbohidrat mencakup serelia, seperti gandum, gandum hitam, oat, barley, dan beras serta beberapa jenis sayuran, seperti kentang, ubi jalar, dan talas. Jenis-jenis makanan ini harus menjadi makanan pokok Anda.

Makanan yang berkarbohdirat dan berprotein nabati, banyak mengandung nutrisi yang bisa mencegah kanker :

- Serat
- Vitamin (khususnya vitamin B)
- Karotenoid (terdapat dalam ubi jalar dan talas)
- Folat (terdapat dalam kacang-kacangan)
- Vitamin E (terdapat dalam sereal padi-padian
- Vitamin C (terdapat dalam kentang dan plong-polongan)

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Kanker

Di samping faktor mendasar, seperti umur dan jenis kelamin peluang kita terkena berbagai jenis penyakit kanker juga diperngaruhi oleh keseimbangan sejumlah elemen. Berikut ini ada beberapa penyebab penyakit kanker dari berbagai elemen-elemen tersebut bervariasi, tergantung jenis kankernya, yakni :

1. Lingkungan

Seuatu senyawa yang dikenal seagai karsinogen bisa benar-benar menyebabkan kanker. Karsinogen yang paling terkenal adalah asap tembakau. Karsinogen yang lain mencakup sinar matahari, radiasi, asbes dan tembakau yang dikunyah. Adanya faktor lingkungan berarti tipe kanker yang paling umum dan sangat beragam di belahan dunia yang berbeda. Salah satu faktor tersebut adalah pola makan, karena apa yang kita makan bisa bersifat merusak atau melindungi.

Gambar salah satu jenis makanan penyebab penyakit kanker

2. Gen

Beberapa jenis kanker seperti kanker kolon dan kanker payudara sering terjadi dalam satu keluarga. Hal itu tidak berarti bahwa seluruh keluarga akan terkena kanker, tetapi mereka memiliki resiko lebih tinggi untuk mengidap kanker dibandingkan ornag kebanyakan. Banyak hal telah dilakukan untuk mengatasi hal ini dan pada kanker payudara, gen yang berhubungan dengan meningkatnya risiko tersebut telah terindetifikasi yatu BRCA 1 dan BRCA 2. Meskipun demikian, Anda tak perlu cemas karena jumlah kanker payudara yang disebabkan faktor genetis kurang dari 5% dari seluruh kanker payudara.

3. Infeksi virus

Beberapa virus bisa mengubah materi genetis sel-sel sehingga sel-sel tersebut nantinya cenderung lebih mudah membentuk kanker. Infeksi-infeksi tersebut,, lebih berkontribusi terhadap perkembangan kanker di negara-negara berkembang, mencakup virus HPV (kanker leher rahim), hepatiti B (kanker hati) dan di Cina, virus Epstein Barr (kanker nasofaring yang terletak di belakang hidung). Kanker juga sering terjadi pada mereka yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh, misalnya mereka yang mengonsumsi obat yang berfungsi menekan sistem kekebalan tubuh atau mereka yang terkena AIDS.

Terjadinya Penyakit Kanker

Beberapa jenis kanker lebih umum ditemukan dibandingkan jenis lainnya. catatan mengenai jumlah orang yang baru didiagnosis terkena kanker tersebut. Catatan ini memberikan informasi mengenai jenis kanker mana yang mengalami peningkatan atau penurunan serta jenis kanker mana yang sering atau jarang terjadi. Meskipun kita sering mendengar adanya anak-anak dan orang muda terserang kanker, secara statistik orang-orang lanjut usia lebih sering terkena kanker. Ada banyak dan semakin banyak orang didiagnosis terkena kanker, tetapi berhasil menjalani terapi dan tetap hidup bersama penyakit tersebut.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Pencegahan Kanker

Kanker mampu menyerang semua bagian tubuh. Karena itu, jenis-jenis kanker dikenal berdasarkan organ tubuh yang terkena, seperit kanker payudara, kanker kulit dan kanker hati. Awalnya, kanker hanya tumbuh di satu bagian tubuh. Namun, dalam pertumbuhannya, sel-sel kanker dapat menyebar lebih luas ke bagian-bagian tubuhh yang lain dan disebut sebagai anak sebar atau metastasis. Biasanya kanker tidak pata disembuhkan jika telah terjadi metastasis.

Gejala kanker secara umum

Kanker biasanya belum menimbulkan keluhan atua rasa skait saat stadium dini. Penderita menyadari bahwa tubunya telah terserang kanker sudah timbul rasa nyeri atau sakit, padahal saat ada kleuhan tersebut kanker sudah memasuki stadium lebih lanjut. Pengenalan gejala knerk perlu dilakukan sedini mungkin, meskipun tidak ada rasa gangguan atau rasa sakit. Serangan kanker yang masih dalam stadium dini memiliki presentase kesembuhan yang lebih besar dibandingkan dengan kanker stadium lanjut. Karena itu, pengenalan gejala kanker perlu dipehatikan lebih dirni oleh diri sendiri.

Gejala kanker terdeteksi dengan cara WASPADA yang merupakan kependekan dari istilah-istilah berikut ini:
- Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasan atau gangguan
- Alat pencernaan terganggu dan susah menelan
- Suara serak dan batuk yang tidak kunjung sembuh
- Payudara atau di tempat lain ada benjolan
- Andeng-andeng atau tahi lalat yang berubah sifat, menjadi semakin besar dan gatal
- Darah atau lendir yang tidak norma keluar dari lubang-lubang tubuh
- Ada koreng atau borok yang tidak bisa sembuh

Pencegahan penyakit kanker

Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup kaerna dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhi faktor risiko terserang kanker. Berikut beberapa cara pencegahan kanker secara dini :

1. Hindari makanan tinggi lemak, makaman instan yang mengandung bahan pewarna dan bahan pengawet, serta makanlah makanan dengan gizi seimbang
2. Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang buakn suami atau istri sendiri atau berganti-ganti pasangan
3. Hindari rokok
4. Hindari stres dan konflik yang berkepanjangan
5. Periksakan kesehatan secara berkala
6. Minumlah air murni yang sudah melalui proses penyaringan misalnya proses penyaringan reverse osmosis
7. Hindari terkena sinar matahari yang berlebihan
8. Hindari terapi sulih hormon
9. Hindari penggunaan hormon sintesi saat KB dalam jangka waktu lama
10.Rutin mengkonsumsi vitamin

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Pengobatan Kanker Penis

Gejala kanker penis, terutama terdapat pada daerah kepala dan pada daerah kulit yang menutupi penis. Gejala yang berarti dapat berupa daerah kemerahan pada kepala atau pada lubang pengeluaran air seni. Awalnya seperti terjadi luka atau proses radang atau luka pada kepala penis yang tidak bisa diobati dengan pengobatan biasa. Lama kelamaan luka melebar hingga merusak daerah tersebut.

Pada penderita fimosis atau kulit penutup kepala penis terlalu sempit, kepala penis sukar dikeluarkan dapat menimbulkan masalah. Jika terdapat kelainan pada kepala penis yang merupakan awal gejala dari kanker, maka gejala tersebut akan tertutupi dengan kulit. Sehingga tidak dapat dideteksi sejak awal. Ketidaktahuan penderita juga disebabkan pada taraf awal gejala ini tidak menimbulkan rasa nyeri.

Selain merusak organ reproduksi, sel kanker juga dapat menyebar ke kelenjar getah bening pada daerah didekat organ reproduksi. Jika tidka ditangani akan terjadi penyebaran ke berbagai organ hingga mengakibatkan kerusakan kulit yang luas, infeksi lama hingga mengakibatkan kematian akibat penyebaran kuman akibat adanya infeksi kronik.

Pemeriksaan kanker penis

Untuk mengetahui kelainan ini diperlukan berbagai pemeriksaan. Untuk kanker penis, tidak ada pemeriksaan laboratorium khusus sebagai penanda tumor. Pemeriksaan MRI danUSG cukup penting untuk menentukan lokasi tumor ada tidaknya penyebaran ke jaringan sekitar.

Pengobatan kanker penis

Tujuan pengobatan kanker penis adalah membuang sel kanker, namun masih tetap mempertahankan keberadaan organ dalam hal fungsi dan kosmetik. Berbeda dengan kanker lain yang dapat saja dilakukan tindakan pengangkatan organ yang terkena. Tindakan pembedahan untuk membuang tumor yang hanya terdapat pada bagian kulit dan ukurannya kurang dari 2 cm, hanya dilakukan tindakan pembuangan, sedangkan jika sudah terdapat kelainan pada kepala penis, mungkin dilakukan pengangkatan sebagian atau seluruh bagian organ ini. Dokter akan memberikan penjelasan kepada pasien, tindakan apa yang akan dilakukan berdasarkan kondisi yang dialami penderita.

Tips pencegahan kanker penis. Untuk mencegah terjadinya kanker penis, perlu dipertimbangkan faktor penyebabnya, hal yang dapat dilakukan adalah :
1. Hindari berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan
2. Lakukan khitan (sunat)
3. Hindari merokok
4. Jaga kebersihan pada daerah organ intim.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Penis

Meskipun angka kejadiannya relatif kecil, kanker penis seringkali terlambat dalam penanganannya. Kondisi ini mungkin terjadi karena rasa malu, ketakutan atau tidak peduli terhadap kesehatan. Diperkirakan sekitar 30% penderita kanker penis datang ke dokter urologi sudah terlambat hingga satu tahun. Dalam waktu tersebut, mungkin saja kerusakan yang terjadi sudah parah dan terjadi penyebaran di organ lain. Kadang saat pasien berobat ke dokter yang kurang mendalami maslaah ini, hanya diberikan obat anti nyeri dan antibiotik karena dianggap sebagai infeksi biasa.

Penyakit ini sering terjadi pada pria usia tua, diatas 60-80 tahun. Jarang terjadi pada pria yang melakukan khitan (sirkumsisi) terlebih jika khitan tersebut sudah dilakukan saat pria tersebut masih berusia dibawah satu tahun.

Belum diketahui secara pasti penyebab kelainan ini, dugaan diantaranya faktor kotoran yang terdapat pada kulit pria yang tidak disunat (dikenal dengan smegma). Dugaan lain adalah adanya infeksi HPV (Human Papiloma virus) yang di dapat melalui hubungan intim. Sebuah penelitian menemukan bahwa pria yang mengalami kanker penis, kemungkinann pasangannnya mengalami kanker leher rahim juga meningkat. Diketahui penyebab utama kanker leher rahim adalah infeksi HPV.

Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kelainan pada kanker penis, adalah :

1. Infeksi virus human papiloma, biasanya didapat dari penularan melalui hubungan intim berganti-ganti pasangan.
2. Usia di atas 60 tahun
3. Penderita fimosis (bagian depan penis tertutup dengan kulit penis, dan bagian kepala sulit dikeluarkan)
4. Tidak menjaga kebersihan daerah organ intim
5. Merokok

Bukan berarti orang yang memiliki faktor risiko di atas otomatis akan mengalami penyakit ini dibandingkan pria lain yang tidak mengalami risiko ini. Salah satu faktor penting yang dapat menurunkan risiko adalah sunat. Berdasarkan penelitian diketahui pria yang menjalani khitan risiko mengalami infeksi HPV lebih rendah dibandingkan pria yang tidak disunat.

Jenis paling sering keganasan di daerah ini adalah kanker sel skuamous, keganasan yang juga dapat terjadi pada kulit di daerah lain. Pada awalnya tidak didapatkan keluhan berarti, sehingga diabaikan oleh penderita kanker penis. Seringkali penderita hanya memberikan pengobatan antibiotik atau anti nyeri karena keluhannya, padahal pengobatan ini tidal menyelesaikan masalah.

Dari data didapatkan bahwa pasien terlambat berkonsultasi dengan dokter sekitar 15-20%. Dengan demikian pengenalan dini terhadap gejala kanker dan konsulatasi segera ke dokter merupakan cara terbaik mengatasi kanker penis.

Kanker penis ini jarang terjadi, namun karena sering tidak terdiagnosis, maka angka kematiannya relatif tinggi dibandingkan dengan jenis kanker lain pada organ reproduksi pria. Sebagai gambaran, di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker penis adalah 310 orang dari 1.250 orang penderita (24,8%) sebagai perbandingan, penderita kanker prostat yang mengalami kematian lebih rentah, hanya sekitar 3%.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Penyakit Kanker

Penyakit kanker merupakan suatu penyakit yang amata menakutkan setiap orang. Penyakit itu bisa dilawan dengan menjalani pengobatan (dari luar) dan bisa pula ditangkis dari dalam melalui pengaturan pola makan sehari-hari, sehingga dapat meniadakan penyakit yang mematikan itu. Berbagai upaya yang dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit kanker kini semakin maju. Untuk itu perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya penyakit kanker pada dirimanusia diluar faktor keturunan, linglkungan dan pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang ada. Faktor perilaku hidup itu salah satunya adalah yang menyangkut pola makan sehari-hari.  Hal yang harus dilakukan untuk penyakit ini adalah bagaimana mengetahui cara mencegah penyakit kanker.

Para ahli penyakit kanker belakangan ini menyimpulkan bahwa sekitar 80-90 persen dari berbabgai bentuk penyakit kanker berkaitan erat dengan makanan yang dikonsumsi penderita sehari-hari. Seperti kanker payudara atau yang diduga muncul karena mengonsumsi lemak yang terlalu banyak. Dalam  hal ini alkohol diperkirakan ikut membangkitkan munculnya kanker itu.  Kanker hati juga diduga muncul akibat pencemaran makanan oleh aflatoksin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli juga berpendapatbahwa virus hepatitis B juga merupakan penyebab munculnya kanker hati. Sebenarnya demikian pula kanker paru-paru dan  kandungan kemih banyak disebabkan oleh serapan temabakau serta beberapa zat kimia dari berbagai cemaran industry. Cara mencegah penyakit kanker adalah dengan mengatur pola makan.

Disamping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu terdapat pula zat-zat gizi yang dikenal sebagai zat antiarsinoen, semacam zat yang bersifat protektif yang melindungi seseorang yang mengonsumsinya dari tubuh kanker. Cara mencegah penyakit kanker adalah dengan mengondumsi makanan yang banyak mengandung gizi baik, dalam hal ini termasuk juga dalam makanan itu sayur-sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin C dan viatmin E. Juga zat gizi lainnya yang dikenal bisa mencegah penyakit kanker seperti selenium (terong-terongan), asa folat, vitamin B, vitamin D, seng kalsium dan magnesium.

Serat yang merupakan bagian dari pangan sampai yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh. Ia juga dapat mencegah timbulnya kanker kolon. Karena itu dikatakan bahwa fungsi serat dalam tubuh manusia amat penting. Ia dapat memberikan sekitar pembuluh darah sehngga melunakkan kotoran dan malah ikut mendorong kotoran dari anus Karena itu sari makanan yang banyak mengandung serat diantaranya seperti biji-bijian, kulit kacangan, buah-buahan serta sayuran seperti seledri, kol, dan yang lainnya.

Vitamin C dan E serta selenium dikenal sebagai zat antioksida yang dapat merangsang system imunitas tubuh manusia. Terutama untuk melawan radikal bebas yang membentuk karsonogen. Mekanisme antioksidan dalam menghambat terjadinya kanker  ini termasuk mencegah pembentukan karsinogen dan menghalangi terbentuknya hal itu secara normal.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Keperawatan Penyakit Kanker

Merawat Pasien Kanker Tahap Akhir di Rumah

Meskipun berada pada tahap akhir penyakit dan menjelang ajal, pasien paliatif harus mendapatkan perawatan paripurna. Bagaimana caranya?

Untuk perawatan pasien kanker tahap akhir di rumah (paliatif), antara rumah sakit, perawat dan keluarga mengadakan kesepakatan terlebih dahulu. Apa yang diinginkan keluarga,  apa kebutuhan yang dibutuhkan oleh pasien dan yang terpentih keluarga mengetahui apa arti perawatan paliatif.

Jika keluarga pasien penderita kanker beranggapan bahwa perawatan paliatif bisa menyembuhkan penyakit kanker maka pihak perawat dan dokter harus menjelaskan apa itu perawatan paliatif pada keluarga pasien sehingga keluarga tidak mengalami salah paham mengenai perawatan paliatif.

Menurut Sr. Lydiawati Tanudijaja, Staf Unit Perawatan Paliatif Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), prinisip perawatan paliatif adalah meningkatkan atau mempertahankan kualitas hidup. Seorang pasien penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan boleh saja tetap sakit. Namun tidak boleh kesakitan, jelas Lydiawati. Penanganan perawatan paliatif tidak hanya fisiknya saja, namun juga emosional (spriritual), keadaan sosial. Apalagi biasanya pasien stadiun lanjut sudah dalam kondisi habis-habisan.

Tujuan perawatan paliatif, adalah quality of life, dan quality of death.  Penanganan perawatan paliatif tidak hanya fisiknya saja, namun juga emosional (spriritual), keadaan sosial. Apalagi biasanya pasien stadiun lanjut sudah dalam kondisi habis-habisan.

Tujuan perawatan paliatif, adalah quality of life, dan quality of death. Apa maksud quality of death itu ? Jika pasien meninggal, maka ia akan meninggalkan keluarga dan keluarganya pun siap ditinggalkan.

Yang ditangani dalam perawatan paliatif adalah psikologis, spiritual, fisik, keadaan sosial. Dalam hal ini pendidikan menjadi hal penting bagi  keluarga dan pasien karena pendidikan itu, keluarga mengerti betul situasi pasien, bahwa ia tidak akan sembuh. Mengajarkan pasien bahwa dukungan dari keluarga dalam keadaan seperti ini sangat penting. Dukungan pada stadium lanjut bukan saja secara finansial, namun keberadaan dan penunjukan rasa sayang pada pasien.

Memahami kondisi pasien penyakit kanker

Penting untuk diketahui adalah pemahaman tentang kondisi pasien dan persiapan alat-alatnya. Suster Lydia menjelaskan, bila pasien penderita kanker stadium lanjut yang akan melakukan perawatan paliatif di rumah, maka hal terpenting yang harus disesuaikan dengan kebutuhan kondisi pasien. Misalnya saja, pasien mengalami bed rest total, tidak bisa bergerak lagi dan akan tetap tidur atau tirah baring, maka harus disiapkan dekubitus matras.

Mengapa diperlukan dekubitus matras ? karena biasanya pasien kanker stadium lanjut  yang melakukan perawatan paliatif di rumah dan sudah mengalami kondisi bed rest total (tirah baring), mengalami kesulitan mobilisasi (pergerakan). Pasien juga terkadang mengalami fraktur.

Posted in Penyakit Kanker | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment