Gejala Penyakit Kanker

Jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi. Hal ini dilihat dari berbagai data kanker yang dipublikasikan baik oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga kanker. Bahkan menurut WHO pada tahun 2030 akan terjadi lonjakan penderita kanker di Indonesia sampai tujuh kali lipat.

Pada tahun 1999 saja dilaporkan lebih dari 6 juta orang meninggal akibat kanker di seluruh dunia dan diperkirakan hampir 9 juta pada tahun 2015. Menurut Stjernsward dan Pampalona, ditahun 1999, 8 dari 10 pasien kanker di negara berkembang didapatkan pada stadium lanju dan sebagian besar memerlukan perawatan paliatif.

Menilik data di atas, ternyata jumlah pasien kanker dan kematian akibat penyakit tersebut terus meningkat. Walaupun kemajuan ilmu dan teknologi di bidang kanker sangat maju, sampai saat ini sebagian besar pasien-pasiennya belum dapat disembuhkan dan akhirnya meninggal.

Gambaran : Tahap atau proses terjadinya kanker

Penderitaan Pasien Kanker

Kanker dapat menimbulkan penderitaan,, tidak hanya bagi paisen namun juga keluarganya. Diagnosia kanker bagi banyak orang masih dianggap sebagai vonis mati atau akhir dari segalanya. Pasien bisa mengalami kecemasan atau depresi akibat kehilangan harapan, kebebasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, ketergantungan dengan orang lain, serta lamanya pengobatan. Gangguan psikologis juga dapat muncul akibat gejala fisik yang ditimbulkan, kecacatan yang timbul, kegagalan pengobatan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan dan perawatan.

Gejala fisik yang ditemukan pada penderita kanker ialah rasa nyeri, penurunan nafsu makan dan berat badan, serta luka yang berbau. Gejala fisik juga dapat muncul akibat pengobatan yang dilakukan seperti kemoterapi dan radiasi : mual, muntah, kerontokan rambut, mudah lelah dsb.

Penderitaan keluarga pun tidak ringan. Ada yang menyebutkan bahwa penyakit kanker adalah penyakit keluarga, karena selain pasien yang memiliki berbagai masalah, keluarga pun secara tidak langsung mengalami dampak dari penyakit tersebut. Dampak yang ditimbulkan dapat mencakup aspek psikologis, fisik dan sosial. Keluarga mungki kelelahan akibat perubahan peran dalm keluarga, nutrisi yang tidak terpenuhi, kurangnya waktu tidur dan gangguan beraktivitas. Keluarga pun berpotensi ikut mengalami stress da depresi akibat melihat dan merawat anggota keluarganya yang menderita kanker setiap hari.

WHO mendefinisikan perawatan paliatif (penerang) adalah semua tindakan aktif guna meringankan beban penderita, terutama yang tidak mungkin disembuhkan. Tindakan aktif yang dimaksud ialah menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain, perbaikan dalam bidang psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan perawatan paliatif adalah mencapai kualitas hidup maksimal bagi penderita dan keluarganya. Pengobatan paliatif tidak hanya diberika pada penderita menjelang akhir hayatnya namun juga di berikan segera setelah dignosis penyakit ditegakkan, besama dengan pengobaan kuratif.

Lebih lanjut lagi dr. Nuhonni mengatakan bahwa WHO menekankan pelayanan paliatif yang berpijak pada pola dasar berikut :

1. Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal
2. Tidak mempecepat atau menunda kematian
3. Menghilangkan nyeri dan keluhan lainnya yang mengganggu
4. Menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual
5. Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayatnya
6. Mengatasi suasana duka cita pada keluarga


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kanker and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>