Penyakit Kanker Lambung

Penyakit kanker lambung biasanya terjadi pada individu yang berusia di atas 40 tahun dan kadang terjadi pula pada individu yang lebih muda. Kebanyakan penyakit kanker lambung terjadi pada kurvatura minor atau antrum dari lambung dan merupkan kanker adenokarsinoma. Insiden penyakit kanker lambung lebih banyak terjadi di Jepang. Diit tampaknya menjadi faktor yang signifikan, misalnya banyak makan-makanan yang diasap dan sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan insiden penyakit kanker lambung termasuk inflamasi kronis lambung, anemia pernisiosa, aklprhidria, ulkus gastrikum, bakteri Helicobacter pylori dan hereditas. Prognosisnya buruk, karena sebagian pasien telah mengalami metastasis saat diagnosa ditegakkan.

Umumnya penyakit kanker lambung lebih banyak dijumpai pada laki-laki yang berumur 40 tahun ke atas, jarang terjadi pada wanita. Kanker ini sangat cepat menyebar ke limfonodus terdekat hati dan paru-paru.

Penyebab penyakit kanker lambung belum diketahui secara pasti, tetapi selalu berhubungan dengan tukak lambung, peradangan pada lambung (gastritis) yang disertai penyusutan lambung atau faktor genetik. Biasanya, seseorang yang menderita penyakit kanker lambung mempunyai anggota keluarga yang juga terkena kanker ini. Selain itu, juga terdapat faktor pendorong, seperti kebiasaan merokok, minum beralkohol dan cara memproses makanan dan diet makanan tertentu. Dari hasil penelitian, terdapat kolerasi antara penyakit kanker lambung dan makanan yang dikonsumsi. Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker lambung. Berikut di antara makanan yang dimaksud :

- Makanan yang berkadar garam tinggi seperti daging dan ikan yang diasinkan dan makanan yang diasap
- Makanana yang diawetkan dengan nitrat
- Sayuran yang diawetkan dengan asam
- Alkohol dan kopi, jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam keadaan perut kosong.

Gambaran klinis penyakit kanker lambung

Penyakit kanker lambung seringkali terlambat diketahui, karena tidak ada gejala klinis awal. Walaupun dispepsia tetap merupakan indikasi umum untuk melakukan endoskopi diagnostik segera. Secara ironis pasien penyakit kanker lambung seringkali menghasilkan asam lambung yang menurun. Banyak penyakit kanker lambung terbukti berada pada stadium lanjut saat teridentifikasi.

Gejala awal sering kali indefinitif, karena kebanyakan tumor mulai pada kurvatura minor tempat dimana tumor ini hanya menyebab gangguan kecil pada fungsi lambung.

1. Tahap awal ; gejala-gejala dapat saja tidak terlihat: mungkin menyerupai gejala-gejala pasien dnegan ulkus jinak, misalnya nyeri yang akan hilang dengan pemberian antasida.

2. Gejala-gejala dari penyakit yang progresif: tidak dapat mencerna, anoreksia, dispepsia, penurunan berat badan, nyeri abdomen (biasanya merupakan gejala akhir), konstipasi, anemia dan mual serta muntah.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Kanker and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>